Kamis, 07 Juni 2012

Karakter umum peserta didik

BAB 1

Definisi Peserta Didik adalah orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi dasar yang perlu dikembangkan,potensi yang dimaksud  umumnya terdiri dari tiga kategori,yauitu kognitif,afektif dan psikomotor.

Didalam UUD No. 20 Tahun 2003 tentang perkembangan peserta didik didefiniskan sebagai setiap manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal,pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.

B. HAKIKAT PESERTA DIDIK
Definisi peserta didik diatas adalah stiap peserta didik yang berusaha  mengembangkan potensi jalur pendidikan formal dan nonformal menurut jenjang dan jenisnya.
Hal-hal yang mengenai Esensial peserta didik adalah :
1). Peserta didik merupakan manusia yang memiliki diferensiasi potensi dasar kognitif atau intelektual,afektif dan psikomotorik.
2). Peserta didik merupakan manusia yang memiliki diferensiasi periodesasi perkembangan dan pertumbuhan,meski memiliki pola yang relatif sama.
3). Peserta didik memiliki imajinasi,pesepsi dan dunianya sendiri,bukan sekedar miniatur orang dewasa.
4). Peserta didik merupakan manusia yang memilikin diferensiasi kebutuhan yang harus dipenuhi, baik jasmani dan rohani, meski dalam hal-hal tertentu banyak kesamaannya.

Peserta didik merupakan insane yang memiliki aneka kebutuhan.

Kebutuhan tersebut adalah :

a). Kebutuhan Intelektual. Dimana peserta didik memiliki rasa ingin tahu,termotivasi untuk mencapai prestasi saat ditantang dan mampu berpikir untuk memecahkan masalah-masalah yang kompleks.
b). Kebutuhan Sosial, Dimana peserta didik mempunyai harapan yang kuat untuk meiliki dan dapat diterima oleh rekan-rekan mereka sambil  mencari tempatnya sendiri didunianya.
c). Kebutuhan Fisik, Dimana peserta didik jatuh pada perkembangan di tingkat yang berbeda dan mengalami pertumbuhan yang cepat dan tidak beraturan.
d). Kebutuhan Emosional dan Psikologis, dimana peserta didik rentan dan sadar diri,dan sering mengalami ''mood swings" yang tidak terduga.
e). Kebutuhan Moral,dimana peserta didik idealis dan ingin memiliki kemauan yang kuat untuk membuat dunia dirinya dan dunia di luar dirinya menjadi tempat yang lebih baik.
f). Kebutuhan Homodivinous ( Berketuhanan ), dimana peserta didik mengaku dirinya sebagai makhluk yang berkeTuhanan atau makhluk homorikigius alias insane yang beragama.

Ada empat dominan dari karakteristik siswa :
1). Kemampuan dasar,misalnya kemampuan kognitif atau intelektual,afektif dan psikomotor.
2). Latar Belakang kultural lokal,status sosial,status ekonomi, agama dan sebagainya.
3). Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap,perasaan,minat dan lain-lain.
4). Cita-cita, pandangan ke depan,keyakinan diri,daya tahan dan lain-lain.

Ada enam aspek faktor :
a). Faktor Fisik
b). Faktor Intelegensi
c). Faktor Emosional
d). Bakat Khusus
e). Sosial Kultural
f). Komunikasi

A). Faktor Fisik
Kondisi fisik seseorang akan sangat berpengaruh terhadap segala aktivitas yang dilakukannya.]
Orang yang badannya lebih besarb memerlukan ruang gerak yang lebih luas.
sedangkan yang kecil mungil akan sangat mudah menyelinap.
1). Keadaan jasmani
Keadaan jasmani yang sehat dan segar akan membuat siswa belajar lebih baik.
2). Cacat Fisik 
Yang normal tidak akan menimbulkan masalah,namun yang tidak normal maka guru harus waspada.
3). Kesehatan 
Kondisi yang tidak sehat membuat kita tidak dapat belajar dengan tenang.
4). Keadaan Indera
Berfungsinya alat-alat pendengaran dengan baik akan membuat siswa  belajar lebih baik.

B). Intelegensi atau kemampuan
merupakan salah satu karakteristik siswa yang unik dari peserta didik.
1). Batasan Itelegansi atau kemampuan
Pendapat Ebbinghaus,Termann dan Thorndike tentang batasan Intelegensi :
1). Kemampuan untuk membuat kombinasi ( Ebbinghaus )
2). Kemampuan untuk berpikir abstrak ( Termann )
3). Hal yang dapat dinilai dengan taraf ketidak lengkapan dari kemungkinan2 dalam perjuangan hidup individu ( Thorndike )

Intelegensi adalah perpaduan berbagai karakteristik manusia,yang mencangkup kemampuan melihat hubungan yang kompleks,kemampuan yang menjalani semua proses yang terlibat dalam berpikir abstrak,kemampuan beradaptasi dalam pemecahan masalah,serta kemampuan memperoleh kemampuan baru.
3). Faktor Emosional
Menurut para ahli,kondisi emosi yang serba negatif tersebut disebabkan oleh pertumbuhan biologis,terutama mulai bekerjanya kelenjar2 kelamin, yang membawa perubahan yang radikal pada diri anak.
4). Bakat Khusus
William B. Michael mendefinisikan bakat sebagai kemampuan seseorang untuk mengerjakan sesuatu tugas dengan baik, meskipun latihan yang dialaminya sangat minim,atau bahkan tidak pernah mengalami latihan.
Bingham mendefinisikan bakat adalah karakteristik kemampuan seseorang untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu melalui latihan.
Woodworth dan Marquis mendefinisikan bakat adalah pencapaian yang dapat diramalkan dan dapat diukur dengan tes khusus.
Guildford mendefinisikan bahwa bakat adalah sesuatu yang berhubungan dengan kemampuan untuk melaksanakan ( aptitude pertains abilities to perform ) 
Dia mengemukakan tiga pendapat yaitu:
1). Dimensi perseptual ( persepsi ),yang antara lain mencangkup kepekaan indera,perhatian,serta orientasi ruang dan waktu.
2). Dimensi Psikomotor ( bakat ),yang antara lain mencangkup faktor kekuatan, implus, kecepatan gerak, ketelitian/ketepatan, koordinasi dan keluwesan.
3). Dimensi intelektual, yang antara lain mencangkup faktor ingatan,faktor pengenalan,faktor evaluatif, berpikir konvergen dan berpikir divergen.
Menurut David A. orang yang memiliki gaya Konvergen mempunyai kekuatan dalam hal pemecahan masalah.
Kolb mengemukakan bahwa konvergen adalah orang yang memiliki gaya belajar divergen memiliki kekuatan dalam kemampuan imaginatif dan kesadaran akan makna dan nilai yang tercermin dalam kemampuan memandang situasi nyata dari berbagai perspektif dan mengorganisasikan  berbagai hubungan menjadi sesuatu yang bermakna.
5). Faktor Komunikasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar