BAB 2
Para ahli Psikologi mendefinisikan bahwa perkembanga peserta didik adalah sebuah perubahan secara bertahap dalam kemampuan,emosi dan keterampilan yang terusberlangsung hingga mencapai usia tertentu.
Menurut Lilian G. Katz,selama bertahun-tahun, Psikolog telah mengembangkan banyak skala normatif untuk menunjukan perbandingan bagaimana anak-anak tertentyu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sama dengan populasi yang sama seusianya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan
A). Aliran Nativisme
Dipelopori oleh Schopenhauer berpendapat bahwa perkembangan individu semata-mata di tentukan oleh faktor bawaan atau keteurunan.
B). Aliran Emperisme
Bertentangan dengan aliran Nativisme,aliran Emperisme,yang dipelopori oleh John Lock,berpendapat bahwa perkembangan individu semata-mata ditentukan oleh faktor luar atau lingkungan .
C). Aliran Konvergensi
Aliran ini di pelopori oleh William Stern bahwa perkembangan individu dipengaruhi baik oleh faktor bawaan maupun oleh faktor lingkungan.
Dasar Biologis
Masa perkembangan :
Fase 1 : 0-7 tahun adalah masa anak kecil,atau masa bermain
Fase 2 : 7-14 tahun adalah masa anak atau masa belajar,masa sekolah
Fase 3 : 14-21 tahun adalah masa remaja atau pubertas,atau peralihan dari anak menjadi orang dewasa.
Ciri pertama dari masa remaja adalah munculnya protes terhadap lingkungan yang dianggapnya menelantarkannya.
Pada tahap pertama remaja merindukan sesuatu yang dianggap bernilai namun bentuknya belum jelas.
Pada tahap kedua remaja mulai menemukan objek pemujaan atau idola yang semakin jelas,yaitu pribadi-pribadi yang di kaguminya karena dianggap mendukung suatu nilai.
Pribadi yang ke tiga remaja mulai menghargai nilai lepas dari pendukungnya.
Perkembangan Kognitif
Piaget membagi tahap perkembangan menjadi empat
1). Tahap Sensori Motor : 0-2 tahun
2). Tahap Praoperasional : 2-7 tahun
3). Tahap Operasi Konkret : 7-11 tahun
4). Tahap Operasi Formal : 11 - sampai ke atas
B. KEMATANGAN PESERTA DIDIK
Perkembangan peserta didik membawa mereka kearah kematangan.
Kematangan Fisik atau Jasmani terjadi setelah berhentinya pertumbuhan yang terjadi dengan pesat,sehingga anak laki-laki akan kelihatan berjalan dengan tegap karena dada dan bahunya semakin bidang,sedangkan wanita berjalan melenggang karena pinggulnya yang semakin membesar.
Kematangan Sosial ditandai oleh sikap sosial yang mantap sebagai anggota masyarakat,dan keluarganya yang mulai merasakan adanya tanggung jawab baik pribadi ataupun sebagai anggota masyarakat.
Kematangan Emosional di tandai oleh stabilnya emosi sehingga ledakan-ledakan yang sering terjadi semakin berkurang dan bahkan berhenti sama sekali.
Akhirnya Kematangan dalam berpikir dan bersikap sangat erat hubungannya dengan kematangan sosial.
C. PERBEDAAN INDIVIDUAL
a). Perbedaan Motovasi
Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu seperti belajar,bekerja,olah raga atau melakukan kegiatan amal.
b). Perbedaan Kondisi Fisik dan Jenis Kelamin
c). Perbedaan Kemampuan
d). Lingkungan
BAB 3
A. PERTUMBUHAN FISIK DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF
Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan fisiologis yang bersifat progresif dan kontinu dan berlangsung dalam periode tertentu.
Perubahan Internal antara lain meliputi perubahan ukuran alat pencernaan makanan,bertambahnya besar dan berat jantung dan paru-paru,serta bertambah sempurnyanya sistem kelenjar endoktrin/kelamin dan berbagai jaringan tubuh.
Perubahan Eksternal meliputi tinggi badan, bertambahnya lingkar tubuh,perbandingan ukuran dan lebar tubuh dan munculnya atau tumbuhnya tanda-tanda kelamin sekunder (hurlock).
1). Pengaruh pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku
2). Faktor2 yg mempengaruhi perkembangan fiisik
Faktor Internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu .
a). Sifat jasmaniah yang diwariskan dari orang tuanya
b). kematangan
Faktor Eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri anak.
a).kesehatan
b). Makanan
c). Stimulus lingkungan
3). Upaya membantu pertumbuhan fisik dan implikasinya bagi pendidikan
a). Menjaga kesehatan badan
b). Memberi makanan yang baik
Implikasinya bagi pendidikan adalah
1). Sarana dan Prasarana
2). Waktu Istirahat
3). Diadakannya jam-jam olah raga bagi para siswa
B. PERKEMBANGAN KOGNITIF
1). Pengertian intelek
Menurut Chapin
a). Proses Kognitif,proses berpikir,daya menghubungkan,kemampuan menilai dan kempuan mempertimbangkan
b). Kemampuan mental atau intelegensi.
Menurut Mahfudin Shalahudin Intelek adalah akal budi atau integensi yang berarti kemampuan untuk meletakan hubungan dari proses berpikir.
William Stren,mengatakan bahwa Intelegensi adalah kemampuan untuk menggunakan secara tepat alat-alat bantu dan pikiran guna menyesuaikan diri terhadap tuntutan2 baru.
Leis Hedison Terman Intelegensi adalah kesanggupan untuk belajar kemampuan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat abstrak.
Jean Peaget mendefinisikan intellect adalah akal budi berdasarkan aspek-aspek kognitifnya,khususnya proses berfikir yang lebih tinggi...
Sedangkan Intelegensi adalah seluruh kemampuan berpikir bertindak secara adaptif,termasuk kemampuan mental yang kompleks seperyi berpikir,mempertimbangkan,menganalisis,mensintesis,mengevaluasi, dan menyelesaikan persoalan-persoalan.
2). Hubungan Kognitif dengan tingkah laku
Asimilasi adalah suatu proses individu memasukan dan menggabungkan pengalaman2 dengan struktur psikologis yang telah ada pada diri individu itu sendiri.
Akomodasi adalah proses penyesuaian skema dengan fakta2 yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman baru.
3). Karakteristik Perkembangan Intelek/kognitif
a). Tahap sensori motoris
b). Tahap Praoperasional
c). Tahap Operasional Kongkrit
d). Tahap Operasional Formal
a). Tahap Sensori motoris
1). Segala tindakannya masih bersifat naruliah
2). Aktivitasb pengalaman didasarkan terutama padanpengalaman indera
3). Individu baru melihat dan meresapi pengalaman,tetapi belum mampu untuk mengkatagorikan pengalaman
4). Individu mulai belajar menangani objek-objek kongkret melalui skema-skema sensori-motoris
Fase 0-1 bulan
a). Individu mampu bereaksi secara refleks
b). Individu mampu menggerak2an anggota badan meskipun belum terkoondinir
c). Individu mampu mengasimilasi dan mengkoordinasikan berbagai pesan yang diterima dari lingkungannya.
Fase 1-4 bulan
Bahwa individu mampu memperluas skema yang dimilikinya berdasarkan hereditas.
Fase 4-8 bulan
Bahwa individu mulai dapat memahami hubungan antara perlakuannya terhadap benda dengan akibat yang terjadi pada benda itu.
Fase 8-12 bulan
a). Individu mampu memahami bahwa benda tetap ada meskipun untuk sementara waktu akan hilang dan akan muncul lagi dilain waktu
b). Individu mulai mampu mencoba sesuatu
c). Individu mampu menentukan tujuan kegiatan tanpa tergantung kepada orang tua.
Fase 12-18 bulan
a). Individu mulai mampu untuk meniru
b). Individu mampu untuk melakukan berbagai percobaan terhadap lingkungannya secara lebih dasar.
Fase 18-24 bulan
a). Individu mampu untuk mengingat dan berpikir
b). Individu mampu berpikir dengan menggunakan simbol-simbol bahasa sederhana
c). Individu mampu berpikir untuk memecahkan masalah sederhana sesuai dengan tingkat perkembangannya.
d). Individu mampu memahami diri sendiri sebagai individu yang sedang berkembang.
b). Karakteristik tahap Praoperasional
1). Individu telah mengkombinasikan dan menstransformasikan sebagai informasi
2). Individu telah mampu mengemukakan alasana2 dalam ide2.
3). Individu telah mengerti adanya hubungan sebab akibat dalam suatu peristiwa konkret,meskipun logika hubungan sebab akibat belum tepat.
4). Cara berpikir individu bersifat egosentris ditandai oleh tingkah laku:
a. Berpikir imajinatif
b. Berbahasa egosentris
c. Memiliki aku yang tinggi
d. Menampakkan dorongan ingin tahu yang lebih tinggi
e. Perkembangan bahasa yang pesat.
C. Karakteristik Tahap Operasional Kongkret
Ditandai dipahami sebagaimana yang tampak saja segala sesuatu atau sebagaimana kenyataan yang mereka alami.
D. Karakteristik Tahap Operasional Formal
4). Faktor-faktor mempengaruhi perkembangan Intelektual/kognitif
A. Faktor Hereditas
B. Faktor lingkungan
E. Membantu Perkembangan Kognitif dan Implikasinya bagi pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar