Seluruh tubuhku lumpuh
jiwaku tenggelam
dalam telaga berair keruh
kakiku terpaku pada jejak terakhir
kau goreskan hatiku dengan sikapmu
aku tidak bisa lagi melangkah
tuk menangis pun korneaku sudah kering
aku menunggu hari pembusukan
ketika belatung menggerayangiku
namun aku masih punya akal
mungkin sedikit rusak tapi belum lumpuh seutuhnya
aku hanya meminta kembalikan sepotong hatiku
yang kau bawa dengan kantong keangkuhan
sebelum aku benar-benar membusuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar